Senin, 26 November 2012

Susahnya Menerima Kekalahan




Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. demikian kata orang-orang dalam menyemangati setiap kegagalan yang terjadi dalam hidupnya. terdengar klise memang, tapi harus diakui bhwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Ada banyak hal yang harus dievaluasi, kenapa kegagalan terjadi, bagaiamna bisa bangkit dari kegagalan dan terpacu untuk bangkit untuk menjadi manusia terbaik. Semua orang tentunya tahu, kegagalan adalah guru yang terbaik.

Oke, yang biasa mampir di blog Javas ini tentunya akan merasa kaget, kenapa anak seusia Javas tiba-tiba berubah dewasa menjadi selayaknya motivator handal yang biasanya menyemangati manusia-manusia lemah yang membutuhkan orrang lain untuk menyemangati hidupnya.

Tidak ada yang salah sebenarnya. Javas berubah seperti ini juga ada sebabnya, cuma Javas tidak yakin apakah Javas mau membaginya atau hanya akan menyimpannya adalam kehidupan nyata. Tapi yang jelas, postingan kali ini disebabkan dari melesetnya target yang sudah Javas tetapkan selama 2 bulan ini.

Dalam berkompetisi, tentunya ada yang namnaya kemenangan, ada pula yang namnaya kekalahan. Selama dua bulan ini Javas salahnya satu, hanya mempersiapkan diri untuk memperoleh sebuah kemenangan, tanpa mau berfikir bagaimana jika target yang Javas tetapkan akan meleset jadinya. Dan ternyata benar, apa yang Javas takutkan dan tidak pernah dipersiapkan terjadi juga. Pada saat Javas menerima kenyataan itu, ternyata Javas belum mampu hingga yang terjadi adalah rasa terpuruk yang membuat Javas kelimpungan untuk bangkit kembali.

Seterpuruknya Javas, tapi pada akhirnya Javas bisa menyadarinya, untuk segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini ada tujuannya, demikian yang Tuhan firmankan. Tuhan pasti punya maksud dan tujuan kenapa Javas harus mengalaminya. Setelah menyadari itu, sekarang Javas jadi lebih bersahabat dengan kekalahan. Ingat, berani menang itu biasa, berani kalah itu baru luar biasa, kan?

11 komentar:

Ohanzee Rushee mengatakan...

nice....
gue stuju bgt m lo vas....kegagalan emng guru terbaik untuk baik....
dimana2 org yg hebat dn sukses pun psti pernah mengalami kegagalan...
kegagalan bkan berarti cacat diri tpi hnya instropeksi diri untk menjadi yg terbaik n terhebat....
gue ksih jmpol gue semua ke lo dech....
gue tunggu vas postingan lo sbgai motivasi hdup org lain....

Rinem mengatakan...

kekalahan adalah sebagian dari pecundang

Eva Dina Lathifah mengatakan...

Gue pernah gitu..
Biasanya menang, sekalinya kalah, rasanya nyesek -_-
Padahal dunia ga bakal berhenti berputar kalo kita kalah..
Dijadiin pembelajaran ke depannya kan bisa..
*eh, jadi ikutan ngebijak-_-*

Javas K. Niscala mengatakan...

@Ohanzee Rushee :

hmmm.... Javas malah butuh pencerahan, masa harus ngasih pencerahan. hehehe

Javas K. Niscala mengatakan...

@Rinem :

hmmmm..... begitukah?

Javas K. Niscala mengatakan...

@Eva Dina Lathifah :

ternyata bikin ikutan orang bijak juga ya....

heni nuraeni mengatakan...

emang itu sifat lumrah manusia GABISA TERIMA KEKALAHAN .
yg bedain gimana cara kita bangkit atau move on dari kekalahan itu .
masih ada kesempatan dilain waktu :D

Ibrahim Sukman mengatakan...

Tapi kalau Timnas kalah di AFF nanti, sepertinya saya gak bisa terima kekalahan itu bro? salam kenal...follow my blog juga yah? trims. sukses selalu...

YouRha mengatakan...

wah..jvas mkin bijak aja..
memang pngalaman guru itu terbaik...

ahmad muazim abidin mengatakan...

memang sulit menerima kekalahan, ini juga yg aku alamin, meskipun hanya draw 2-2 saat lawan laos.. tapi semoga ini bisa jadi pelajaran dan timnas Indonesia bisa juara #1 aff tahun ini *nyambung engga nyambung harus setuju*

Rahmat Hidayat mengatakan...

sifat bawaan kayax itu kawan... hehhee
http://forester-untad.blogspot.com/

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. Happy blogwalking!