Kamis, 15 November 2012

An Ending is An Ending


An ending is an ending. 
No matter how many pages of sentences 
& paragraphs or great stories it leads up to, it'll always have the last word. 
@DamnMeItsTrue


Aku membenci hidupku, membenci diriku. Aku berusaha untuk bersikap Everything is under control. Meski seharusnya aku harus katakan, semua tak sesuai dengan keinginan, tapi tuntutan tak bisa membuatku melepaskan semua yang ingin aku lakukan.

Mereka bilang, laki-laki haram menitikkan air mata, padahal saat ini aku membutuhkan air mata itu untuk mengeluarkan segala masalah yang ada. Perpisahan kita berdua adalah sebabnya. Sekuat apapun aku, perpisahan ini ternyata membunuhku.

Seharusnya aku bisa menerima, setiap cerita pasti ada endingnya. Apakah endingnya berakhir bahagia, ataukah berakhir luka, harusnya aku siap menerima itu sejak aku menerimamu untuk menjadi kekasihku. Tapi nyatanya, sampai sekarang aku tak bisa menerimanya. Trus, siapakah yang harus bertanggung jawab atas semua kekacaun ini?



.

4 komentar:

Deya ButterFelt mengatakan...

aku yang akan bertanggung jawab *lah (ceritanya sinetron)

itu kalimat yang paling awal dapet dari twitter apa bikin sendiri?

deni mengatakan...

.semoga endingnya ...

Sebaiknya tanya kepada pihak yg berwenang untuk dimintai pertanggung jawaban...
Hehe

hoedz mengatakan...

segala keputusan pasti ada resikonya bro ...
inilah hidup .. tetap maju kedepan tanpa harus bertanya ini tanggung jawab siapa atau ini salah siapa ..

Semangat bro

amimomio mengatakan...

yah,,,lagi2 postingan galau,,,heheheh
gak ad yg hrus brtanggung jawab,,,klo katanya Ajahn Brahm semuanya pasti berlalu...#sok_banget_gw

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. Happy blogwalking!