Sabtu, 15 September 2012

The Innocence of Muslims


Dua hari yang lalu Javas sempat memposting tentang video "Gangnam Style" yang telah mengguncang dunia dan berhasil membuat fenomena tersendiri karenanya. Tak berselang lama dari fenomena video yang mewabah dan menyebar luas di seluruh dunia itu, saat ini muncul video baru yang tak kalah menggemparkan dunia. Tak tanggung-tanggung, saking gemparnya ampe harus ada yang kehilangan nyawa karenanya.


Udah pada tahu kan, video apa yang Javas maksud itu? Lho, belum ada yang tahu ya? padahal udah rame banget lho, tidak hanya dalam negeri, tapi dunia juga sedang booming di seluruh dunia.

Yakin belum ngerti video yang Javas maksud? baca lanjutannya, yuk!

Jadi gini, ceritanya tanggal 11 September kemarin, bertepatan dengan peringatan runtuhnya WTC yang menghebohkan dulu itu, diputerlah cuplikan  sebuah film yang judulnya Innocence of Muslims. Film 'Innocence of Muslims' mengundang protes di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Dalam film berdurasi dua jam ini, Nabi Muhammad digambarkan sebagai seorang penipu, lelaki hidung belang yang lemah, serta gemar melakukan pelecehan seksual terhadap anak (atau dalam kata lain, pedofil).

Sang pembuat film, Sam Bacile, melibatkan 59 aktor dan 45 orang kru. Sam ini adalah warga California, AS keturunan Yahudi Israel. Dengan bantuan dari 100 donatur Yahudi, Sam berhasil mengumpulkan dana 5 juta dolar AS untuk pembuatan 'Innocence of Muslims'. Menurut berita yang Javas baca, Sam sengaja membuat film itu. Menurutnya, dengan film ini, kelemahan Islam dapat diekspos ke seluruh dunia.

Nah, karena tujuan dari film dan isi yang menghina Nabi inilah film Innocence of Muslims akhirnya mendapat banyak pertentangan di seluruh dunia, khususnya dari orang Islam. Seluruh umat Islam mengecam pembuatan dan penyebaran film ini.

Kalo kita menengok beberapa tahun ke belakang, khususnya sebelum film ini, setiap penggambaran visual Muhammad dianggap dilarang di banyak tradisi Islam. Penggambaran seperti ini di masa lalu telah menyebabkan protes massal dan kekerasan. Film tahun 1976, Mohammad, Rasul Allah, meskipun tidak benar-benar menunjukkan Muhammad, menyebabkan Siege Hanafi, di mana sekelompok pria bersenjata Afrika Amerika mengambil 149 orang sandera, menuntut penghancuran film. 

Kemudian serangkaian kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad diterbitkan di surat kabar Denmark Jyllands-Posten pada tahun 2005 mengakibatkan protes massal dan serangan teroris. Karena serangan 9-11 dan meningkatkan populasi Muslim di Dunia Barat, sentimen anti-Muslim telah meningkat, sehingga berbagai tindakan anti-Muslim oleh Amerika dan Eropa diikuti oleh protes Muslim yang besar dan kekerasan. Insiden sebelumnya seperti termasuk Submission film, diikuti oleh kematian sutradara Theo van Gogh, dan kekerasan yang meluas setelah pendeta Terry Jones Al Quran dibakar di depan umum.

Dan saat ini, setelah kehebohan itu, masih saja ada kalangan yang mencoba menyulut api kebencian dengan membuat film ini. Tapi sayangnya, meski bnayak yang mengecam film ini, di Amerika sendiri, Pemerintah Amerika Serikat hanya mengungkapkan penyesalan mendalam atas tersebarnya film anti-Islam, 'The Innocence of Muslims'. Mereka tak dapat menghalangi film tersebut atas nama undang-undang kebebasan berekspresi.


Well, menurut kamu, Bagaimana seharusnya sikap kita menghadapi hal ini?


20 komentar:

Tom Tom mengatakan...

wahhh gimana yah :O?? mau marah tapi gimana, mau pasrah tapi gak suka diFitnah, ini semua tak tik yahudi untuk memecahkan agama nih :|, semoga aja kita diridhoi yang mahakusa. amin

Catatan si Riki mengatakan...

Terkutuklah mereka yang membuat film itu dan sema pendukungnya
Sentimen mereka terhadap islam malah akan semakin membuat orang-orang tertarik mempelajari Islam
Hanya ALLAH yang bisa memberi hidayah kepada yang dikehendaki-Nya

Chaerul Anwar mengatakan...

Pertama, saya sangat menyayangkan pembuatan dan beredarnya film ini. Tentu saja, karena mencederai toleransi umat beragama di dunia.

Namun mengenai bagaimana kita menyikapinya, saya gak sepakat dengan cara-cara mayoritas muslim di dunia yang samapai membunuh, membakar dan bentrok dengan manusia yang gak ada kaitannya dengan video ini.

Pikirkan lagi. Islam bukan agama yang brutal, menyikapi dengan kekerasan, sama halnya semakin mencitrakan Islam yang keras dimata umat agama lain. Ada yang sepakat jika saya bilang Islam itu adalah agama kekerasan? Bisa saja itulah tujuan sebenarnya mengapa film ini dibuat.

Mengutip kalimat Qomaruddin Hidayat "Jika kita diserang dengan buku, maka lawanlah dengan buku yang lebih cerdas".

Jadi menururt saya, menyikapi video ini dengan kekerasan, justru memperlihatkan, kalo dominan umat islam itu gak bisa berfikir cerdas jadi gak memiliki cara lain selain kekerasan.

Ambil hikmahnya, Dengan begini.. justru banyak orang non muslim yang semakin penasaran dan mengkaji sosok Rasulullah sang manusia teladan. Seperti tragedi 11/09 yang membuat orang amerika justru tertarik mengenal Islam lebih jauh dan membuat mereka berbondong2 masuk ke Islam karena toh mereka menemukan "kebenaran" sejati.

Pertanyaan saya. Apakah kita sendiri sudah mengenal Rasulullah? Jika Iya.. sejauh mana? :)

Javas K. Niscala mengatakan...

@tom tom:

Iya, serba salah soalnya. mau nagkapain dgn kekerasan, takutnya Islam selalu menggunakan kekerasan dlm meredam setiap masalah. kalo tdk dgn kekerasan, ini udah parah banget videonya.

Deya ButterFelt mengatakan...

cuma satu kalimat aja yang buat bikin film itu...

semoga yang bikin filmnya itu diampuni dosanya dan paling penting semoga dia sadar

Awi Metalisa mengatakan...

kayak pernah denger ini berita *plak-_-

semoga yang buat fil cepet sadar dan tobat *amiin

Pengagum Bintang (NKD) mengatakan...

Belom liat videonya sih Vas. Tapi kelihatan banget pelecehan agamanya. Sakit hati boleh. Tapi jangan terpancing emosi yang berlebihan -_-

heni nuraeni mengatakan...

berita ini udh jdi trending topic dimana-mana .
gue sendiri kecewa banget dgn adanya film ini, gue jg marah .
tapi gue ga stuju dgn respon org muslim yg smpe ngebunuh gt ..

Yoga Shena mengatakan...

hal kayak gini udah biasa. ada aja orang yg cobak memecah belah antar agama ckckckc

Ditsakus Paleojavanicus mengatakan...

gue gak bisa komentar apa-apa gue cuma bisa ngomong astagfirullah, kok ada orang kaya gitu? -.-
dan semoga dia disadarkan dan menuju kejalan yang benar

Iva Mairisti mengatakan...

jangan sampai kita terbawa emosi, hadapi masalah ini dengan lapang dada, ya semoga suatu saat yg mna yg slah akan mendapatkan ganjaran yg setimpal dgn prbuatannya,,itu kembali pda dri masing2 aj :D

Iva Mairisti mengatakan...

jangan sampai kita terbawa emosi, hadapi masalah ini dengan lapang dada, ya semoga suatu saat yg mna yg slah akan mendapatkan ganjaran yg setimpal dgn prbuatannya,,itu kembali pda dri masing2 aj :D

Bayu Putra Abuna mengatakan...

itu udah kelewatan banget, kalau pake memburukkan nabi, sama aja melecehkan agama islam.

yang gue baca, gedung WTC itu bukan orang Islam yang memyebabkan runtuhnya gedung itu, tapi ada campur tangan tapi dengan nama Islam.

Edotz Herjunot mengatakan...

gila vas .. bgue baru tau , ini parah banget ..
kalo begini ceritanya si sutradara dan semua yang terlibat dalam film tersebut sepertinya pantas diberi ganjaran ...

setidaknya mereka udah pasti dapet jaminan di neraka

Ar-Rizky mengatakan...

mereka adalah orang" yg d laknat Allah...

tanda" akhir zaman, semakin dekatnya perang antara israel n kaum muslim..

mereka boleh berekspresi tp ketika memnyinggung masalah Islam, mereka adalah lawan qta sebenarnya..

kita lihat, apakah film ini akan dtayangkn d indonesia atw g,, klw tayang b'arti pemerintah qta juga sudah betul" tidak beres...

Andri Carly mengatakan...

Saya sangat tidah setuju dengan film ini dan saya pun tidak setuju bagi umat muslim yang melakukan protes dengan kekerasan,,,apalagi sampai menimbulkan korban jiwa,,,

nuryhana mengatakan...

orang orang seperti itu akan di letak kan di neraka yang paling bawah oleh allah ..
Semoga di laknat oleh allah. karena telah melecehkan agama ALLAH,,

Fian Syauqi mengatakan...

aku setuju ama nurhayana vas...
parah bnget tuh

kita nggak perlu kekerasan, tapi harus dituntut tuh orang yg buat filem, itu kan udh bermain ras..
selebihnya biarlah Allah yg balas

Nauval Bahari mengatakan...

aku videonya belum liat vas.
tapi kabarnya tau dari surat kabar.
katanya, pas syuting aktor2 nya menyebutkan kalo ini film nya berjudul the desert warrior kalo gak salah. pas udah siap smua, baru di ganti lagi judulnya jadi innocence of muslims.
para aktor mengaku udah di tipuin sama sutradaranya -__-

Claude C Kenni mengatakan...

Mengecam sih mengecam, tapi ga perlu sampe nyerang kedutaan dan melukai orang yg tidak bermasalah kan? Menurut gua, saat ini terlalu banyak golongan extremist yg mudah terprovokasi dan karena itu, mereka menjadi gampang dimanfaatkan oleh pihak2 yg tidak bertanggung jawab. Melawan kebencian dengan menyulut kebencian hanya akan menyebabkan kebencian baru, kapan siklus kebencian ini akan usai?

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. Happy blogwalking!