Kamis, 06 September 2012

Maaf, Aku Mengkhawatirkanmu



Aku masih mengkhawatirkanmu, meski kita tak lagi bersatu. Kepingan-kepingan hatiku masih berharap padamu, meski seharusnya aku tak boleh lakukan lagi itu padamu.

Maaf jika aku terlalu mengkhawatirkanmu. Maaf jika aku terlalu peduli dengan hidupmu. Mungkin karena aku terlalu mengenalmu, aku tak ingin kau melakukan itu terlalu jauh melebihi dari kemampuanmu.

Kau marah padaku, kau memaki-makiku. Kau menuduhku tlah menghacurkanmu, merusak hubunganmu. Tapi satu hal yang seharuskan kau lakukan sebelum kau melakukan itu. Ambillah cermin dan berkacalah, siapakah yang sebenarnya penghancur itu. Aku, ataukah kamu?

27 komentar:

ayamSAKIT mengatakan...

dalem banget, kata-katanya bang, apalagi yang kaliamat terakhir, siapa sih yang perusak, aku atau kamu. gwe jadi ingat sesuatu nihh

Javas K. Niscala mengatakan...

@Ayam:

Ingat apaan sih, yam? cerita dong!

Awi Metalisa mengatakan...

suksasukasuka wkwk ._. suka yg awal tp akhirannya rada ehmm.... hweheheh tapi keren suka gaya bahasanya *tetep aja* *plak* =w=

Javas K. Niscala mengatakan...

@Awi:

yg belakang kenapa emang? kasih tau dong! pnasaran nih...

Iva Mairisti mengatakan...

gak apa2 koq,,gak ush minta maaf segala :p

armae mengatakan...

Terimakasih telah mengkhawatirkanku... *ehh

heni nuraeni mengatakan...

"Ambillah cermin dan berkacalah, siapakah yang sebenarnya penghancur itu. Aku, ataukah kamu?"
gue suka banget kata2 itu , SUKANYA BADAIIIIIIIIIIii ..
sumpah jleb banget loh :)

Javas K. Niscala mengatakan...

@Iva:


kwkwkwkwk bukan elo kaleeee :D

*lempar upil*

Javas K. Niscala mengatakan...

@Armae:

Ini juga. bukan elo, bukan elo, bukan elo kwkwkwk

*hakdus

Javas K. Niscala mengatakan...

@Heni:

Makasih ya...
bikin semangat nulis yang lainnya nih... :D

*salaman*

Risah Icha Az-zahra mengatakan...

yang sebenarnya penghancur yah palu...
hihihi

Javas K. Niscala mengatakan...

@Risah:

bapak kamu tukang palu ya? abisnyaa kamu dah memalu hatiku.

#eaaa

Robianus Supardi mengatakan...

meskipun pendek tapi kata-katanya bagus.

Javas K. Niscala mengatakan...

@Robianus:


Makasih...
ini memang Fiksi Mini kok, jd emang dbuat pendek-pendek.

Rafsan Alvaro mengatakan...

kunjungan perdana kawan

Javas K. Niscala mengatakan...

Selamat datang, Rafsan. Sering-sering mampir ya....
salam kenal :)

Ditsakus Paleojavanicus mengatakan...

gue kudu bilang apa sama postingan lo yang ini vas? jujur gue galau dibuatnya

Javas K. Niscala mengatakan...

@Dit:

Selamat bergalau ya....
gak maksud lho.... hehehe

Bayu Putra Abuna mengatakan...

yang lalu biarlah berlalu, risih kuga kalau udah ga ada papa tapi sok perhatian :)

bernostalgia boleh tapi jangan kelamaan berendemnya, entar malah galau akut

Javas K. Niscala mengatakan...

@Bayu:

yang komen pasti lagi gemes nih....
maaf, bukan maksud bergalau terus. ini kan hanya fiksi mini. pengen mengeksplorasi aja. tunggu minggu depan sebelum aku ganti tema. :)

Sarnisa Anggriani Kadir mengatakan...

Kata2nya padat. saya bisa merasakan aroma rindu bercampur khawatir disana. Nice fiksi deh :)

Javas K. Niscala mengatakan...

@Sarnia:

Thanks ya...
salam kenal :)

Stephen Cokro mengatakan...

Kunjungan balik :) Thanks to joining my site. I had too..

Salam kenal!
www.beltresto.blogspot.com

YouRha mengatakan...

jadi siapa pelakunya??dah nemu blum??

Muhammad Rudiansyah mengatakan...

Bagus deh kata-kata nya :) two thumbs buat Javas

aseh prakoso mengatakan...

keren dan dalem banget kata-katanya

Catatan si Riki mengatakan...

Kegalauan Javas masih terus berlanjut ya
udah dimaafin kok :P

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. Happy blogwalking!