Kamis, 09 Agustus 2012

Bunda



Aku terdiam tanpa kata. Ada banyak tanya yang ada di benak, tapi aku hanya mampu menyimpannya saja, tak berani mengungkapkannya. Entah, selalu saja ada hal yang tak bisa diungkapkan bila di hadapannya. Kenangan bersamanya, mungkin ini penyebabnya.

Album yang aku punya hanya berisi tentangnya, tak salah jika aku hanya tahu dia. Masa kecilku lebih banyak bersamanya, dari aku bangun hingga aku menutup mataku saat malam tiba. 

Aku dan dirinya tak ada hubungan apa-apa sebenarnya, hanya aku pernah bersamanya dan menganggapnya bunda. Tak ada orang lain yang bisa aku anggap sebagai bunda selain dirinya. 


Bundaku sendiri, dia lebih banyak menghabiskan dunianya di tempat kerjanya. Sedang aku? aku diserahkan pada seorang wanita tua yang dipekerjakan bunda asliku di rumahku. 

17 tahun berlalu, aku mencari sosok yang pernah ada semasa kecilku dulu. Saat tlah kutemukan sosoknya, tak abanyak yang bisa aku ungkap kepadanya, aku rindu belaiannya, rindu lagu yang selalu dinyanyikannya saat jelang tidurku setiapmalamnya.

Bunda, aku rindu padamu. Aku saang padamu.


2 komentar:

11 Desember mengatakan...

wow kata2 bikin terharu Vas, emang bunda adalah segalanya.

Javas K. Niscala mengatakan...

@11 Desember:

makasih ya....
ini ikutan event yg diadain nulisbuku lho..
inspirasinya dari lagunya Melly goeslow - Bunda.

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. Happy blogwalking!