Jumat, 15 Maret 2013

Tak Ada Ide dan Santet


Nggak tahu harus nulis apa pai ini, semuanya tampak blank. Sudah mencoba mencari inspirasi dari beberapa situs berita untuk memunculkan ide sebagai bahan tulisan, tapi tetep aja gak ada hasilnya. Mau menulis tentang fiksi mini yang biasanya menjadi senjata andalanku jika kehabaisan ide, pagi ini ternyata juga tidak ada inspirasi apapun juga.

Beneran deh, pagi ini bneran gak ada idesama sekali. Biasanya dari satu kutipan yang Javas temukan di Twitter bsa saja menjadi  tulisan di blog ini, dan etah mengapa hari ini tidak ada hal yang bisa membuat Javas mampu menulis dari beberaa kutipan dan berita yang ada di meda online.

Inginnya menuls random, tapi kok juga biangung mau memulai dari mana, mau gak bikin postingan kok juga gimana juga. Abisnya sudah di depan komputer, Speedy juga udah tersambung, pas mau nulis, blank gak ada ide sama sekali.


Karena bingung mau nulis apaan, saat menulis sampai di alenia ke-empat ini tiba-tiba Javas keingat sesuatu. Semalam Javas sempat menonton acara tv yang membahas tentang wacana dari akan dibahasanya masalah santet menjadi undang-undang. 

Nggak tahu deh, megitu tahu ada wacana semacam itu hati nurani  Javas kok jadi berontak ya... Berontaknya karena memandang hal semacam ini hanya sekedar mengada-ngada aja. Meski Javas tidak mengeri betul tentang hal pembuatan Undang-undang dan hal yang namanya santet, tapi ketika ada rencana akan membuat santetmenjadi Undang-undang tersendiri, kayaknya gak rela banget githu. Kenapa?

Sudah bukan rahasia lagi kan, yang namnya wakil rakyat yang duduk di parlemen kan hobby banget yang namnaya menghabiskan anggaran. Pokoknya ada aja caranya gimana menghabiskan uang rakyat untuk hal-hal yang tak bermanfaat. Jika ada yang bermanfaat pun pastinya manfaatnya hanya untuk mereka, bukan untuk rakyatnya.

Okelah kalo rencana ini memang melihat fakta dari kehidupan masyarakat di Indonesia yang sebagain bsar memang mempercayai keberadan santet, tapi yo mosok dari kepercayaan saja kemudian harus masuk Undang-undang, kan terlalu memaksakan kan? 

Lihat saja kasus korupsi, yang jelas-jelas buktinya daa saja untuk menjerat pelakukan hingga masuk penjara hukum kita masih kesulitan dalam memutuskannya, lha ini Santet, yang jelas-jelas bukti untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan suatu perkara tidak ada, masak mau diundangkan? emang penegak hukum bisa mengetahui, siapa yang mengirim santet atau teluh? kan tidak ada buktinya....

Yang bener sajalah..... namnaya adat atau kebiasaan memang bisa dibuatkan undang-undang, tapi untuk hal seperti santet ini, gak perlulah diundangkan. Cukup hanya Tuhan saja yang harus menghukumnya, manusia gak usah mencari-cari kesalahan orang lain ata keburukan orang lain. 

Jika masalah santet ini jadi dibahas oleh para anggota parlemen itu, maka makin bnayaklah ukti bahwa angota parlemen yang sealu mengada-ngada guna memasukkan uang ke dalam kantong mereka. Udah jelas-jelas tidak bisa dibuktikan, masih saja dibahas. Pasti mereka ketika akan membuat undang-undang juga akan jalan-jalan ke luar negei, dalihnya pasti akan studi banding, RUU ini cocok gak jika diterapkan di Indonesia. Plis deh!

Hmmm... dari gak ada ide kenapa bisa jadi nulis masalah santet ya?  gak tau deh, Javas juga kaget jadinya. Kok bisa jadi panjang gini sih? padahal di awal-awal tadi kan bilang, lagi gak ada ide buat tulisan. Karena udah jadi sepanjang ini, jadi mohon dimaafkan ya.... maaf kalo tulisan ini terlalu panjang. Happy blogging!




9 komentar:

Chopya Myrgh Kerenza Sumino mengatakan...

Mmang smakin aneh sja para pejabat tu bkin UUD.. Pdahal jlas2 bnyak korupsi yg trjadi di dpan mata, mlah diabaikan.
Ntar klo UUD santet jadi disahkan,, Kira2 siap yg bkal jdi saksi di pngadilan klo ada kasus ya???
Jinnya kah ??

Rizky Arie Prima mengatakan...

walah semakin aneh ni, korupsi aja belum bisa diatasi malah ngurusin santet. Masa santet mau dimasukin kedalam undang-undang. Bisa-bisa yang buat peraturan itu malah disantet hahaha

Iva Mairisti mengatakan...

naahh itu ada ide,,,hhmmm malah ngebahas pemerintah *kabuuurr

andy langit mengatakan...

dr gak da ide tp krna mnulis, mncul sndiri idenya.
cool....

Dedii Andrean Ardiansyah mengatakan...

UUD amandemen ada bab tentang santet ?
Indonesia emang bener2 pengen jadi negeri khayalan nih -__-

Suci Nabbila mengatakan...

soalnya ya, santet kan termasuk kriminalitas (walau pembuktiannya memang sulit) pernah lho, satu desa ngebunuh dukun santet. awalnya masyarakatnya udh ngelapor ke polisi buat nangkep karena meresahkan, tapi polisi ga bisa bertindak karena ga ada dasar hukum soal santet. karena ga ada dasar hukum ini endingnya masyarakat jadi main hakim sendiri. repot juga kan (O.O)

Ami Potabuga mengatakan...

hah,,yg bner mw dbwt UU ttg santet? bru tw sy....

Mei Wulandari mengatakan...

ya kalau ngomongin koruptor gak bakalan ada habisnya hehehehe

Benagustian mengatakan...

Mereka masih bahas santet berarti otak mereka masih cetek!

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. Happy blogwalking!