Sabtu, 02 Maret 2013

Review Buku: Cinta Tanpa Jeda


Setiap beli buku baru, Javas harus punya waktu khusus untuk meluangkan diri dalam membacanya. Karena Javas punya kebiasaan aneh, setiap membaca buku, khususnya novel, Javas tak akan bisa menghentikan membacanya sebelum tamat ceritanya. Jadi kalo novelnya 300 halaman, makan Javas baru bisa berhenti kalo halaman terakhir itu sudah terbaca.

Nah, selama beberapa minggu ini kan Javas memang jarang banget bikin review buku lagi. Selain males, sebab utamnaya adalah karena ketidak adnya waktu untuk membacanya. Karena itulah, vakum beberapa hari dan sekarang siap untuk membuat review buku lagi. 

Kali ini Javas akan membuar review Cinta Tanpa Jeda karya Indah Hanako. Novel ini berkisah tentang Maya Dwi Handoyo “Mae”, artis dan model yang sedang naik daun. Dia dikarunia fisik dan paras yang cantik, namun di sisi yang lain dia memiliki masa lalu yang kelam. Akibat dari masa lalunya itulah dia masih sendiri dan tidak percaya dengan makhluk yang bernama lelaki. Wah, ngeri juga ya kalo sudah punya trauma gini. Dan akbiat trauma inilah dia susah untuk berdamai degan masa lalunya.

Setelah bertahun-tahun menutup diri dari hati laki-laki, suatu hari dia bertemu dengan Anton Daneswaga, seorang pembalap. Awalnya dia berpikir Anton seperti pria lain yang datang silih berganti dalam hidupnya, yang hanya tertarik dengan fisik dan wajahnya yang menawan. Namun perhatian Anton yang berbeda membuat dia jatuh cinta, meskipun dia masih juga menyangkal hatinya akibat dari trauma yang pernah dialaminya. Mae masih membentengi dirinya agar kejadian di masa lalu tidak berulang lagi.

Bagi Mae, cinta adalah sesuatu yang bersyarat, tidak ada yang namanya cinta yang tulus tanpa pamrih. Dengan masa lalunya yang pernah mengalami kejahatan sexual, membuatnya tidak dengan mudah percaya pada para lelaki yang berusaha mendekatinya. Apalagi laki-laki yang hanya tertarik dengan paras dan fisiknya saja. Dan saat Mae bertemu dengan Anton, dia juga takut jika laki-laki ini pun sama dengan laki-laki yang pernah mendekatinya. Dia takut Anton akan menyakitinya, meski Mae sendiri dia mencintai laki-laki ini. 

Well, Javas suka dengan novel ini. Berkat novel ini Javas semakin yakin, bahwa Tuhan itu adil dengan cara yang begitu tak disangka-sangka. Dan semuanya pasti indah pada waktunya.



Judul: Cinta Tanpa Jeda
Pengarang: Indah Hanaco
Penerbit: Bukune
Halaman: 276 halaman
Terbit: 2012


Telah lama aku tersesat, tak menemukan jalan pulang dalam cinta.

Bagimu, cinta tak bersyarat, membuat kita tak akan pernah hilang harapan.

Aku menangkap jelas isyarat cinta di matamu untukku. Kau bilang, kau jatuh cinta kepadaku, dan jika aku merasakan hal yang sama, itu sudah cukup bagimu. Ada binar ketulusan dalam tatapmu, yang berusaha kutepis, tetapi diam-diam juga kurindu.

Bagiku, cinta penuh syarat: hal-hal yang akan mengikat hatimu dan hatiku.

Jika aku menerimamu, maukah kau berjanji, dan hanya akulah yang ada dalam hatimu? Bisakah kau membuat hatiku tak terluka karena ia terlalu rapuh? Dan, bisakah kau menenangkan badai untukku dalam malam kelam?

Mungkin, aku terlalu banyak memiliki tanda tanya. Aku tahu…. Hanya saja, masa lalu terlalu kelam dan membuatku kehilangan kepercayaan dan harapan pada cinta….

Atau, cukup kau jawab yang ini saja: apakah ada cinta tanpa jeda itu bila aku bersamamu?




17 komentar:

Ginty Intan Mawarti mengatakan...

wah, berarti kita sama dong..
aku juga kalau baca buku gitu, musti langsung habis.. apalagi kalau baca novel..
kayaknya bagus tuh bukunya.. :D

Muhammad Ridhwan mengatakan...

Kayaknya lumayan nih, buat di baca.
Recomended deh :))

Makasih udah sharing .

Meykkesantoso mengatakan...

yeaah, Javas suka baca novel romance ya?? hehe..aku juga udah lamaaa banget ga baca novl. sibuk :(

Feby Oktarista Andriawan mengatakan...

Aish, blurbnya aja udah bikin penasaran, walaupun gw agak kurang sih kalo baca full romance.. hehe

rigilblog mengatakan...

udah lama juga gak beli buku, kayaknya yang satu ini boleh juga :D

Risah Icha Az-zahra mengatakan...

sama dong jav.. aku juga kalo baca buku pgn nya langsung abis.. kamanya klo beli buku jgn malam2. bisa2 begadang krn pgn ngabisin baca. heheh

wih kayaknya seru nih bukunya..

Alvino Pandu Maulana mengatakan...

wih keren tuh novelnya , sayanganya gue bukan orang tipe yg romantis deh kayaknya huhuhu

Javas K. Niscala mengatakan...

bisa dibilang githu sih.... tapi selera orang kan berbeda-beda. bagus menurutku, blm bagus menurut orang lain. :)

Javas K. Niscala mengatakan...

begitulah.... aku suka yg romance2 aja deh! hehehe

Javas K. Niscala mengatakan...

tau sih... kakak suka yg komedi, kan? :)

Javas K. Niscala mengatakan...

iya, blh dibaca deh!

Javas K. Niscala mengatakan...

aku biasanya kalo pulang skulah belinya. sore. kadang juga pas lagi ketmuan ma tmn fb aja. kencan githu. hehehe

Javas K. Niscala mengatakan...

gak harus tipe romantis tuk baca novel romantis. biasa aja kok. semua orang bisa baca novel romantis. :)

Anceo mengatakan...

Baca novel paling enak saat sore gini sambil nge-teh dan menikmati sunset diatas genteng sambil membayangkan cerita novel, hehehehehehehe

Javas K. Niscala mengatakan...

yup, aku juga suka saat-saat seperti itu. :)

Yusez Mann mengatakan...

Gan mau tanya ,saat ini masih beredar ga tuh buku,soalnya ane nyari susah bnget,mhon pencerahannua

Javas K. Niscala mengatakan...

coba beli online aja. banyak kok toko buku online. kalo gak nemu, punyaku boleh kamu beli. kaloo mau sih...

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. Happy blogwalking!