Selasa, 11 Desember 2012

Sebuah Permintaan Sederhana



You text me, call me, flirt with me. 
But now, when I need you most, you don't want anything to do with me.


Aku tak tahu apa maumu, kau yang pertama menghubungiku, mengirim pesan padaku, dan ketika aku ingin tahu lebih banyak tentangmu, kau tak pernah membalas satu pesan yang aku kirimkan kepadamu. Sebenarnya apa maumu?


Kamu anggap aku ini apa? kalau memang rasa itu masih ada, kenapa kau tak utarakan saja. Jnagan hanya diam saja ketika aku bertanya. Kau tak kehabisan pulsa, kan?


Kamu tahu, aku disini sudah tersiksa dengan keputusan yang kau buat tiba-tiba itu, jangan kau tambahi dengan gangguan yang selalu hadir saat aku mauli melupakan semua. Kau sudah melanjutkan hidupmu, tapi aku belum bisa sepertimu. Aku masih berada dalam fase penyembuhan luka setelah perpisahan itu, jadi kalau kau tak ingin kembali padaku, jangan pernah menghubungiku agar aku lebih mudah tuk melupakanmu. 

Bukankah ini sebuah permintaan sederhana untukmu? Kabulkan jika kau masih peduli padaku. Jangan kau terus menghantuiku dengan segala pesan yang sellau memakai nomor baru itu. Bantu aku, bantu aku tuk melupakanmu.




8 komentar:

Chopya Myrgh Kerenza Sumino mengatakan...

Hiks..
Nusuukk..

Shabria Akib mengatakan...

wahhh,, sabar yoo..
moga aja cpet dpet penggatinya yg lebih baik,,^^

Mister Gandi mengatakan...

Assiiiiikkk,,, jago nih, jleeeb.

ahmad muazim abidin mengatakan...

sabar nak ahhah

pelangi anggita mengatakan...

Postingan nya galau mulu ya :D cowo boyband ya? *ehh

pelangi anggita mengatakan...

Postingan nya galau mulu ya :D cowo boyband ya? *ehh

Jue Jaynee mengatakan...

javas memang hebat kalau ginian.
cuma sekeping foto bisa dirungkai menjadi 1000 ayat yang bermakna.

cerita ini..sama yang aku alami sekarang. Mahu dilupai malah sms terus

Bocah Saico mengatakan...

kesannya malah ganggu -_-
males bgt kalo udah kaya gitu

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. Happy blogwalking!