Sabtu, 15 Desember 2012

Catatan Musim


Javas suka novel ini pertama kali karena covernya. Cover dan blurbnya yang cantik dan diksi yang digunakan Tyas langsung membuatku jatuh cinta. Sejak membaca halaman pertama novel ini entah kenapa Javas sudah jatuh cinta, hingga endingnya pun Javas bisa tersenyum bahagia. Simple tapi menarik.
 
Ini tentang kisah Tya dan Gema, mereka dipertemukan oleh hujan. Yup, mereka berdua selalu bertemu saat hujan turun, dan mereka selalu berteduh disebuah shelter yang sama didepan sebuah gereja. Mereka awalnya sibuk dengan dunianya sendiri, Tya membaca sebuah novel dan Gema dengan sketsa lukisannya. Pertemuan demi pertemuan hanya dalam diam, hingga akhirnya mereka saling menyapa. Ya hari dimana hujan tidak turun, tapi mereka rindu ke shelter kenangan itu. Disanalah kisah mereka bermula. Mereka tidak tahu bahwa saat itu sebuah rasa telah menyusup ke hati mereka masing-masing. 
 
Catatan Musim, sebuah novel karya Tyas Effendi, akan mengajak kita menyesap indahnya pergantian musim dengan segenap kisahnya. Novel terbitan GagasMedia ini begitu menyentuh dengan cerita cintanya yang cukup pelik. Ada trauma, tangis, perpisahan, rindu yang tertahan, penantian, dan cinta yang tak kunjung terucapkan. Satu kisah dengan berbagai macam cerita di dalamnya. Satu kisah dengan berbagai kejadian yang menghanyutkan.
 
Meski Javas suka banget dengan novel ini, sebenarnya agak keganggu juga dengan kehadiran Agam dalam kisah kasih mereka dalam cerita ini. Kehadiran Agam yang terasa kurang smooth, tiba-tiba hadir dalam kisah mereka berdua kesannya hanya untuk membuat tokoh Tya dan Gema mempunyai kisah yang indah dan dramasisasi yang berlebihan.
 
Terlepas dari itu semua, Javas suka sekali diksi yang digunakan Tyas Efendi ini. Detail-detail kecil yang cantik. Dan hal yang paling saya ingat dari novel ini adalah quotenya yang ini: Tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini. Hanya ketika seseorang yang mencintai dengan tulus, maka seseorang akan merasa sempurna.


Oke, segini aja dulu review buku dalam postingan kali ini. Selamat membaca!

******


Judul Buku : Catatan Musim
Penulis : Tyas Effendi
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 280 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga : Rp 38,250

15 komentar:

Indra Hasan mengatakan...

mungkin mirip novelnya illana tan tetralogi 4 season yah pake tema musim dalam roman

Bocah Saico mengatakan...

susah donk jalan2nya kalo ketemu pas slalu ujan turun #eh-_-V

Mister Gandi mengatakan...

Boleh nih dikirimin Gratisan, xixixix

Bayu P Abuna mengatakan...

romantis juga kalo dipertemukan waktu lagi hujan, suasananya mendukung banget :D

Rinem mengatakan...

dari kisah romantis itu ada bagian yg lucu kagak vas?

Zulfan Lutfiadin mengatakan...

kalo musim kemarau gimana?

Ditsakus Paleojavanicus mengatakan...

hujan selalu bisa mempertemukan dua insan untuk memadu cinta ya. #duileeeh :)

ayamSAKIT mengatakan...

ini novelnya mirip-mirip kya lagu dangdut yg ujan terus setiap malam minggu ya vas hehehe

Ilham Mirwansyah mengatakan...

Tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini. Hanya ketika seseorang yang mencintai dengan tulus, maka seseorang akan merasa sempurna. Gue suka quote itu.. Makasih atas review bukunya, gue jadi penasaran buat ngebacanya :)

HANAN mengatakan...

Belum pernah mbaca novel ini.
Saat ini saya sedang mencoba membabat habis novel 5cm. Butuh perjuangan juga si baca novel soalnya gak begitu suka novel :D

Tapi sampai saat ini novel yang paling saya suka itu novel "Jehenna" karya Jusuf AN. Sudah pernah baca belum bang? :D

annisaelvas mengatakan...

penasaran banget sama bukunya

pelangi anggita mengatakan...

entah kenapa kalo mampir ke blognya javas isinya rada2 kecewk2an gimanaaa gitu .

javas bukan morgan kaan ??

Nina Kurnia Dewi mengatakan...

Diksinya sebagus apa? Pake majas apaan? *.*

Honeylizious Rohani Syawaliah mengatakan...

boleh nih diburu :)

Honeylizious Rohani Syawaliah mengatakan...

boleh nih diburu :)

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. Happy blogwalking!