Mungkin kamu pikir aku telah melupakanmu, padahal yang sebenarnya adalah setiap hari pikiranku tak bisa lepas darimu. Mungkin bukan memikirkan tentang angan-angan dan khayalan seandainya kita bersama, tapi aku memikirkan bagaimana ketika aku bertemu denganmu dan aku bisa bersikap biasa di hadapanmu.
Mungkin selama ini kamu pikir berpura-pura di hadapanmu itu mudah, padahal yang terjadi saat kamu telah lenyap dari pandanganku adalah aku mengutuk diriku kenapa harus aku dan kamu.
Terkadang menyesal juga kenapa dulu aku pernah bermain-main dengan hatiku, berpura-pura jatuh cinta padamu meski sebenarnya aku tak suka padamu. Dan anehnya, dari kepura-puraan dan dari semua perhatian yang telah kamu tunjukkan padaku, akhirnya aku benar-benar jatuh cinta padamu. Penyesalanku adalah kenapa dulu aku mengizinkan hatiku jatuh cinta kepadamu?



















