Aku pernah bilang, aku ini laki-laki pemaaf. Aku gampang seklai memaafkan kesalahan pasangaan, meski aku tak bisa melupakan. Dan salah satu bagian dari sifat pemaafku itu aku akan dengan serta-merta memaafkan kesalahan kekasihku saat dia bilang "I miss You."
Damn, sehebat itukah kata-kata itu, sampai-sampai aku bisa tahluk setiap dia membisikkan kalimat itu? aku tahu, sebenarnya aku tak boleh melakukan itu. Tapi efeknya ternyata membuatku bertekuk lutut untuk kesekian kalinya. Ah, lemahnya aku.... Tapi jujur, aku memang gampang sekali terpengaruh dengan kalimat itu. Sebenci-bencinya aku, setiap dia mengatakan itu, rasa benciku akan melunak, berubah dengan rasa sayangku.
Dan inilah yang aku takutkan jika aku menjalin sebuah hubungan baru, aku akan segampang itu mencintai untuk kesalahan yang seharusnya tak termaafkan bagiku. Entahlah, selama kata-kata ajaib itu masih terucap dari bibirnya, dia tetaplah bintang terang yang akan terusbersinar dalam hatiku. Lebay, tapi itulah aku yang sebenarnya aku. Sometimes a simple "I miss you" changes everything.
