Aku tahu sedari dulu, aku hanya membisu. Aku tak ingin hatiku semakin sakit karna aku mengetahui hati- yang hanya memanfaatkanku. Setinggi-tingginya aku berharap, kalau hatinya tak ada untukku, apa manfaatnya bagiku?
Sejak aku tahu cintanya palsu, aku membentngi hatiku. Bukankah cinta itu bukan hanya tentang memiliki, tapi juga berani untuk pergi atau ditinggal pergi? seperti itulah aku membentengi hatiku.
