Dulu aku pernah memuja senja, hingga tak ada kata yang aku ucap selain kata kagumku atas kehadirannya. Setiap hari, lebih dari sepuluh kalimat akan terucap dari bibirku, menggambarkan betapa kagumnya aku pada senja. Tapi itu dulu, dulu sebelum akhirnya kisahku berakhir dengamu.
Sekarang aku membenci senja, dan semua bermula darimu. Kamulah yang membuat senjaku penuh warna, tapi semua itu tak berlangsung lama. Kenapa kau lakukan itu padaku, padahal kau pernah berjanji tak akan meninggalkanku.
