Minggu, 22 Juli 2012

Beruntungnya Kamu



Sebagai insan biasa, tentu ada masanya dimana kita akan memiliki sebuah rasa yang dinamakan cemburu. Seperti yang hari-hari ini aku rasakan, aku tengah terbakar api cemburu.

Aku yang mencintainya, aku yang menyayangi dengan sepenih hatiku, aku yang berusaha mati-matian untuk mempertahannya, ternyata orang lain yang mendatkannya.

Senyum yang selalu hadir dalam setiap helaan nafasku, ternyata tidak pernah aku dapakan darinya. Senyum itu menjadi milik dia yang hadir setelahku. Sungguh beruntungnya kamu, bisa melihat senyumnya sesering itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. Happy blogwalking!